Warna biru atau Tiwu Nuwa Muri Koo Fai dipercaya menjadi tempat berkumpul arwah dari orang-orang yang meninggal pada usia muda.
Lalu, warna merah atau Tiwu Ata Polo diyakini sebagai tempat berkumpul arwah dari orang-orang yang semasa hidupnya kerap berbuat jahat, sedangkan, warna putih atau iwu Ata Mbupu dipercaya sebagai tempat berkumpulnya para leluhur yang meninggal ketika tua.
Baca Juga:
Cepat!! Tanggap Keluhan Aparat Desa, Kades Kerirea : Terimakasih Pimpinan Bank NTT Cabang Ende
Bahkan, Pantai Batu Biru menjadi salah satu objek wisata di Ende dengan memiliki deburan ombak yang eksotis.
Pantai berpasir putih ini dihiasi dengan bongkahan batu warna biru.
Tetapi, bukan hanya biru tetapi ada juga yang berwarna hijau, ungu, kuning, dan merah. Bentuk batuan yang ada di Pantai Batu Biru juga beragam, ada yang berbentuk segitiga, kotak, bundar, dan juga lonjong.
Baca Juga:
Jalan Nangamboa - Romarea Nyaris Putus Akibat Longsor, Akses Transportasi Terancam Lumpuh.
Konon, bebatuan yang ada di kawasan pantai berasal dari dasar laut lalu terseret ombak dan terdampar di pinggir pantai.
Penduduk yang berprofesi sebagai penambang batu biasanya mensortir batu berdasarkan warna, bentuk, dan ukurannya.
Kemudian, batu tersebut dijual kepada pengepul. Harga batu tersebut berkisar antara Rp25 ribu hingga Rp30 ribu per kilogram.