Setelah lulus, dia memulai karirnya dengan menjadi guru di Magelang, lalu pindah ke Jakarta hingga beralih profesi dengan Kantor Kebudayaan Jepang.
Dia telah menciptakan lagu-lagu yang heroic dan patriotik, diantaranya Tanah Tumpah Darah, Maju Tak Gentar, Pada Pahlawan, Teguh Kukuh Berlapis Baja, Indonesia Tetap Merdeka.
Baca Juga:
100 Tahun Sitor Situmorang: Napak Tilas Sang Penyair Melalui Panggung Opera Batak
Pada lagu yang berjudul Maju Tak Gentar ini berhasil menyulut psikologi pejuang Front Tentara Pelajar Yogyakarta.
Dia meninggal tahun 1946 karena penyakit kronis Tuberkulosis (TBC) saat mengikuti pertempuran melawan Belanda di Tanah Tinggi, Jakarta.
Baca Juga:
Mengapa Suku Batak Menjadi Pencetak Sarjana Terbanyak?
4. Djaga Depari
Djaga Sembiring Depari lahir di Seberaya, Karo (5 Mei 1922), adalah seorang komponis nasional Indonesia yang berasal dari Batak Karo.
Dia telah menciptkan lagu-lagu dalam kemerdekaan Indonesia, diantaranya Erkata Bedil, Sora Mido, Piso Surit, I Juma-Juma I Padang Sambo, Pio-Pio, dan USDEK (Undang-Undang Dasar 1945-Sosialisme Indonesia-Demokrasi Terpimpin-Ekonomi Terpimpin-Kepribadian Nasional).