Pak Siman alumni dari sekolah Holland Indische School tahun 1928 dan melanjutkan ke sekolah Hollands Inlandsche Kweek School (HIKS) Surakarta tahun 1941.
Setelah lulus, dia mengajar di Shakelschool (Sekolah Rakyat) di Kutoarjo, Madiun, dan Semarang tahun 1943.
Baca Juga:
100 Tahun Sitor Situmorang: Napak Tilas Sang Penyair Melalui Panggung Opera Batak
Dia memiliki kemampuan dalam bermain berbagai alat musik seperti organ, piano, biola dan gitar sehingga dia pernah mengajar menjadi guru menyanyi Sekolah Rakyat Sempurna Indonesia.
Dalam enam tahun kemudian, Pak Siman pernah menjadi Wartawan Surat Kabar Soember, Jakarta dan Badan Penerbit Kristen Gunung Mulia tahun 1950.
Dia melanjutkan Pendidikan ke Universitas Indonesia fakultas sastra dan selang empat tahun kemudian dia melanjutkan pendidikannya dalam tiga kampus bersamaan diantaranya Rijksuniversiteit Utrecht, Leidse Universiteit Leiden, Stedelijke Universiteit Amsterdam, Belanda.
Baca Juga:
Mengapa Suku Batak Menjadi Pencetak Sarjana Terbanyak?
Selain itu Pak Siman pernah menjadi Penggagas dan Pendiri Yayasan Musik Gereja dan Pemrakasa serta sebagai Juri Tetap Pesparani (Pesta Paduan Suara Gerejani) tahun 1985.
Dia telah menciptakan lebih dari 42 lagu perjuanagan dan rohani seperti lagu nasional berjudul Bangun Pemuda-Pemudi, Di Manakah Tanah Airku, Indonesia Bersatulah, Kami Berjanjilah, Negara Pancasila, dan Selamatkan Terumbu Karang.
Adapun ciptaannya untuk lagu anak-anak seperti Aku Suka Sekolah dan lagu organisasi seperti Himne Partai Kebangkitan Bangsa, Himne Rumah Sakit PGI Cikini, dan Yubelium 50 Tahun BPK Penabur.