Proses setting ini pun dibantu oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) di masing-masing desa/kelurahan di wilayah Kecamatan Buleleng.
Setting logistik pemilu diagendakan hingga Senin (22/1) mendatang.
Baca Juga:
Kerugian Negara Rp279 Triliun, ICW: Tahun 2024 Penindakan Korupsi Merosot Tajam
“Kami atur per dapil secara terjadwal, masing-masing dapil harus tuntas 1 hari. Ini untuk mengantisipasi surat suara tertukar, terutama untuk surat suara DPRD Kabupaten yang berbeda setiap dapilnya,” beber Dudhi dilansir dari Nusa Bali.com, Rabu (17/01/2024).
Seluruh PPK dan PPS pun dilibatkan dalam proses setting logistik ini, dengan tujuan agar kebutuhan dan jenis logistik yang wajib ada di kotak suara dipahami jajaran KPU.
PPK dan PPS yang terlibat langsung dalam setting logistik ini akan bertanggung jawab penuh terhadap kelengkapan dan juga jumlah surat suara yang harus disiapkan sesuai dengan jumlah TPS yang ada di wilayah kerjanya.
Baca Juga:
Kaesang Terpilih Jadi Ketum PSI, Akui Kegagalan dan Ajak Kader Bangkit
Sementara itu dalam proses setting logistik pemilu, juga diawasi ketat Bawaslu Buleleng.
Seluruh Pengawas Kelurahan dan Desa (PKD) dan Pengawas Kecamatan (Panwascam) Buleleng diturunkan untuk memantau penyiapan logistik.
Yang menjadi prioritas adalah kelengkapan jenis logistik dan ketepatan isi yang dimasukkan ke dalam kotak suara.