Rumah sakit dan layanan kesehatan juga tetap beroperasi. Rumah sakit telah bekerja sama dengan desa adat dan pecalang untuk memastikan akses pasien, termasuk penyediaan surat jalan bagi ambulans atau tenaga medis yang harus bertugas.
Selain itu, beberapa instansi yang menangani situasi darurat juga tetap aktif, seperti kepolisian, TNI, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Basarnas, serta Dinas Pemadam Kebakaran.
Baca Juga:
Libur Lebaran di Pulau Dewata? Kunjungi 5 Destinasi Wisata Ini!
Layanan Publik yang Ditutup
Selama Nyepi, hampir seluruh layanan transportasi darat, laut, dan udara dihentikan.
Bandara I Gusti Ngurah Rai akan menutup operasional penerbangan komersial selama 24 jam, meskipun masih melayani penerbangan medis dan keadaan darurat.
Baca Juga:
Menanti Hasil Sidang Isbat: Idul Fitri 2025 Jatuh pada Minggu atau Senin?
Seluruh tempat hiburan, pusat perbelanjaan, dan objek wisata di Bali juga tidak diperkenankan beroperasi.
Selain itu, penyedia layanan televisi, radio, serta internet seluler akan dihentikan sementara, meskipun jaringan WiFi tetap tersedia. Layanan telepon dan SMS juga masih berfungsi untuk keperluan darurat.
Jalan Tol Bali Mandara ditutup selama 32 jam, mulai Minggu, 10 Maret 2024 pukul 23.00 WITA hingga Selasa, 12 Maret 2024 pukul 07.00 WITA. Tol hanya akan dibuka untuk keadaan darurat dengan izin pecalang atau instansi terkait.