Garapan satu menit ini dikemas oleh anggota Paguyuban Dewa Gede Arthawan bersama rekan. Sedangkan garapan Drama Gong Lawas yang mengambil judul "Pengeruakan Gering Sasab Merana" dikoordinasi oleh Wayan Puja, Jro Suyadnya, dan AA Gede Kartika dengan durasi pementasan selama 60 menit.
Agung Aryana menekankan kepada semua pregina (seniman) untuk ikut serta dengan penuh tanggung jawab secara bersama-sama menyukseskan program pemerintah tersebut, karena sangat sesuai dan sejalan dengan visi dari paguyuban.
Baca Juga:
AirAsia Resmikan Rute Denpasar–Darwin, Jembatani Budaya dan Ekonomi Dua Negara
Terlebih pada saat ini dalam rangkaian Bulan Bahasa Bali yang memiliki tujuan mulia melestarikan bahasa, aksara dan sastra Bali. Sekretaris Paguyuban I Gusti Putu Nuraga meminta kepada segenap pendukung garapan untuk lebih mengintensifkan latihanlatihan agar penampilan pada acara penutupan bisa maksimal. Latihan penyempurnaan tabuh akan dilakukan pada tanggal 16-18 Februari 2023.
Latihan penabuh dilakukan secara terpisah di Banjar Petak, Gianyar di kediaman AA Gede Putra Yasa yang juga seorang Bendesa Adat Petak yang selalu mendukung penuh setiap acara dari kegiatan Paguyuban Peduli Seni Drama Gong Lawas.
Sedangkan latihan gabungan kembali antara penabuh dan pregina dilakukan pada 19 Februari 2023 bertempat di Sekretariat Paguyuban Jl Gandapura II No. 1 Kesiman, Kertalangu, Denpasar.
Baca Juga:
Kajati Bali Resmikan Bale Masawitra dan Umah Restorative Justice di Bangli
Sementara itu, gladi kotor dalam rangka kunjungan tim kurator pada 21 Februari 2023. Gladi bersih di Ksirarnawa dilakukan pada 27 Februari 2023 pukul 16.00 Wita.[zbr]