Oleh karena itu, kata Darmawan, Penyertaan Modal Negara (PMN) hadir sebagai upaya untuk membangun infrastruktur kelistrikan di nusantara terutama ditujukan untuk membangun infrastruktur di daerah 3T.
"Dalam rangka meningkatkan rasio elektrifikasi dan mempercepat transisi energi dengan menyasar sumber daya setempat dan juga jaringan transmisi GI yang berguna menambah pasokan sistem setempat agar jangkauan pelayan listrik bisa meluas di desa terpencil pada sistem yang terhubung," pungkas Darmawan.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Desak Pemerintah Wajibkan Sertifikasi dan Penggunaan APD bagi Teknisi Peralatan Berarus Listrik
PLN pada tahun 2023 meminta alokasi PMN senilai Rp 10 triliun. Adapun alokasi PMN tersebut akan digunakan oleh PLN untuk membangun infrastruktur kelistrikan guna mencapai rasio elektrifikasi.
Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus berupaya menggenjot pemerataan akses listrik di pelosok negeri.
Hal tersebut dapat terlihat dari pencapaian rasio elektrifikasi berdasarkan data Kementerian yang telah mencapai sebesar 99,52% di triwulan I tahun 2022.
Baca Juga:
PLN Sumedang Gerak Cepat Perbaiki Gangguan Kabel Listrik Akibat Cuaca Ekstrim
Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Rida Mulyana mengatakan bahwa pemerintah terus memantau progress dari capaian rasio elektrifikasi di Indonesia.
Pasalnya, rasio elektrifikasi menyangkut keadilan atau pemerataan untuk mengakses listrik.
"Sampai saat ini triwulan satu kita sudah capai 99,52% dari target 100%. Sedikit lagi yang belum kita capai mengingat lokasi terpencil menjadi tantangan tersendiri," kata dia dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VII, Senin (6/6/2022). [dny]