WahanaNews-Bali | PT PLN (Persero) mencatat bahwa sebanyak 4.700 Desa di wilayah terluar, terdepan, tertinggal (3T) belum menikmati listrik dari perusahaan.
Oleh sebab itu perusahaan setrum pelat merah ini terus berupaya menggenjot rasio desa berlistrik.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Desak Pemerintah Wajibkan Sertifikasi dan Penggunaan APD bagi Teknisi Peralatan Berarus Listrik
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan saat ini tercatat rasio desa berlistrik dari listrik PLN yakni sebesar 90,78%.
Bahkan beberapa provinsi tercatat masih berada di bawah 80%, diantaranya yakni Provinsi Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Maluku, sementara Papua dan Papua Barat masih di bawah 50% yang lokasinya sulit terjangkau.
"Masih ada lebih dari 4.700 desa yang belum menikmati listrik PLN saat ini, tercatat rasio desa berlistrik yang bersumber dari PLN adalah sebesar 90,78% bahkan beberapa provinsi tercatat masih di bawah 80%," kata dia dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VI, Rabu (15/6/2022).
Baca Juga:
PLN Sumedang Gerak Cepat Perbaiki Gangguan Kabel Listrik Akibat Cuaca Ekstrim
Menurut Darmawan, infrastruktur ketenagalistrikan yang digunakan untuk melayani daerah-daerah 3T membutuhkan biaya investasi per pelanggan yang sangat tinggi, yaitu antara Rp 25 - Rp 45 juta per pelanggan.
Sehingga pengembangan infrastruktur ketenagalistrikan secara komersial menjadi tidak feasible.
"Kami berkomitmen tetap harus melaksanakan pembangunan kelistrikan, yaitu mengoperasionalkan sila ke-5. Banyak sumber daya alam setempat di wilayah 3T yang sebetulnya tersedia dan dapat dimanfaatkan untuk melistriki daerah tersebut sebagai sumber EBT," ungkap Darmawan.