Sri Mulyani menjabarkan, pertama, penentuan siapa yang akan menjadi chairman dari Bank Sentral AS, Federal Reserve.
Kedua, polemik perdebatan kenaikan batas utang atau debt ceiling di AS.
Baca Juga:
Menkeu Murka Buntut 11 Juta BPJS PBI Dimatikan Mendadak, Pasien Terancam Tak Bisa Berobat
Sebab, jika tidak diterapkan, AS terancam tidak bisa membayar utangnya.
"Dan juga inflasi sangat tinggi di atas 6% di AS yang akan menimbulkan komplikasi pada kebijakan di sisi moneter dan kecepatan dan kekuatan tapering yang akan dilakukan Amerika Serikat," tambahnya.
Baca Juga:
Ekonomi 2025 Tumbuh 5,11 Persen, Menkeu Sebut Sudah Membaik
Hantu dari Eropa
Tak hanya di AS, hantu pasar modal juga muncul dari Eropa.
Kawasan itu saat ini tengah menghadapi kenaikan harga energi dan juga masalah geopolitik.