Bali.WahanaNews.co| Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bali mulai menyiapkan pemberian santunan, untuk petugas Pemilu 2024 yang meninggal dunia dan sakit.
“Per kemarin sore kami menerima data 21 penyelenggara pemilu dari tingkatan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS), Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), dan linmas yang mengalami sakit kecelakaan, bahkan satu meninggal dunia di Jembrana,” kata Anggota KPU Bali, I Gede John Darmawan, melalui keterangan tertulisnya, Senin (19/2/2024).
Baca Juga:
KPU Sikka Tetapkan Nomor Urut Pasangan Cabup dan Cawabup Pilkada 2024
John menyebutkan, terhadap petugas meninggal dunia di Jembrana yaitu petugas ketertiban atau linmas bernama Sai’un Anam (58) disiapkan dana Rp46 juta, namun santunan belum diserahkan karena proses verifikasi dan menunggu surat kematian.
Untuk petugas Pemilu 2024 lainnya yang terdata sakit saat bertugas mendapat santunan Rp1 juta-Rp2 juta, namun sebagian besar dari mereka telah ditanggung BPJS Kesehatan.
“Jadi kami sedang melakukan pendataan dan penelusuran sampai ke tingkatan bawah terkait jaminan kesehatan yang mereka dapatkan dalam proses ini, sementara rata-rata sudah terjamin BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan,” ujar John.
Baca Juga:
Empat Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Sikka Sudah ditetapkan KPU, Hari Ini Pengundian Nomor Urut
Hingga saat ini, KPU kabupaten/kota se-Bali turun langsung melakukan pendampingan ke petugas di tempat pemungutan suara (TPS) itu.
KPU Bali turut memantau langsung kondisi beberapa petugas yang masih dirawat di fasilitas kesehatan, salah satunya I Wayan Budiasa (49), seorang petani yang saat hari pencoblosan bertugas sebagai linmas, dan mendadak terserang stroke ringan.
“Yang di Tabanan sudah dijenguk pak Ketua KPU Bali ada dua, satu demam berdarah ketika h-1 sakit tapi pada hari pemungutan tetap bertugas dan dipulangkan, kemudian besoknya dibawa ke rumah sakit terdeteksi DBD, sedangkan satu linmas di Desa Bantas terserang stroke saat hari pemungutan suara, itu langsung dilarikan ke UGD,” kata John.