Bali.WAHANANEWS.CO - MARTABAT Prabowo-Gibran mengapresiasi langkah pemerintah yang terus mematangkan pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sektor keuangan di Bali.
Inisiatif ini dinilai sebagai terobosan strategis yang akan memperkuat cadangan devisa, memperluas sumber pembiayaan pembangunan, dan meningkatkan posisi Indonesia sebagai pusat keuangan internasional yang kompetitif.
Baca Juga:
Kementerian PU Percepat Penyelesaian Sekolah Rakyat Wonosobo Jelang Tahun Ajaran Baru
Ketua Umum Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba, mengatakan kebijakan tersebut mencerminkan visi besar Presiden Prabowo Subianto dalam membangun fondasi ekonomi nasional yang lebih kuat, adaptif, dan terintegrasi dengan arsitektur keuangan global.
“KEK Keuangan Bali adalah langkah visioner yang menunjukkan keberanian pemerintah menghadirkan ekosistem investasi berstandar internasional. Dengan penerapan common law dan insentif fiskal yang kompetitif, Indonesia mengirimkan pesan kuat kepada dunia bahwa kita siap menjadi destinasi utama investasi global,” ujar Tohom Purba di Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Menurut Tohom, rencana menyediakan lahan sekitar 100 hektare dengan sistem hukum yang selaras dengan praktik internasional seperti di Dubai merupakan strategi cerdas untuk memberikan kepastian hukum dan rasa aman bagi investor.
Baca Juga:
Kolaborasi 10 Provinsi Percepat Zero Sampah 2028, MARTABAT Prabowo-Gibran: Solusi Nyata untuk Indonesia Bersih
Hal ini akan mempercepat masuknya modal asing dan memperluas akses Indonesia terhadap sumber pendanaan jangka panjang.
Ia menilai, semakin banyak dana global yang masuk ke pasar domestik akan memperkuat cadangan devisa nasional, meningkatkan likuiditas surat utang negara, serta menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah dinamika ekonomi global.
“Ketika suplai investor meningkat, daya tahan ekonomi Indonesia juga akan semakin kokoh. Ini bukan hanya tentang investasi, tetapi tentang membangun kedaulatan ekonomi yang ditopang oleh kepercayaan internasional,” katanya.