Tohom yang juga Ketua Umum Aglomerasi Watch ini mengatakan bahwa Bali memiliki posisi strategis sebagai etalase Indonesia di mata dunia.
Kehadiran KEK Keuangan di Pulau Dewata diyakini akan menciptakan pusat pertumbuhan baru yang mendorong pemerataan ekonomi dan memperkuat konektivitas antarwilayah.
Baca Juga:
Kementerian PU Percepat Penyelesaian Sekolah Rakyat Wonosobo Jelang Tahun Ajaran Baru
“Bali selama ini dikenal sebagai destinasi wisata kelas dunia. Dengan KEK Keuangan, Bali akan naik kelas menjadi pusat transaksi, inovasi, dan investasi internasional yang memberi dampak luas bagi perekonomian nasional,” tuturnya.
Ia menambahkan, kebijakan pemberian insentif pajak hingga 0 persen merupakan langkah progresif yang sangat rasional.
Menurutnya, selama investasi yang masuk menghasilkan lapangan kerja, memperkuat devisa, dan mendukung pembangunan nasional, manfaat jangka panjangnya akan jauh lebih besar daripada penerimaan jangka pendek.
Baca Juga:
Kolaborasi 10 Provinsi Percepat Zero Sampah 2028, MARTABAT Prabowo-Gibran: Solusi Nyata untuk Indonesia Bersih
“MARTABAT Prabowo-Gibran percaya proyek ini akan menjadi tonggak penting dalam perjalanan Indonesia menuju kekuatan ekonomi baru di kawasan Asia dan dunia,” ucap Tohom.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa pemerintah tengah mempersiapkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sektor keuangan di Bali yang akan berdiri di atas lahan seluas sekitar 100 hektare.
Kawasan ini dirancang dengan penerapan sistem common law untuk memberikan kepastian hukum berstandar internasional bagi investor global.