Bali.WAHANANEWS.CO, Denpasar - Sebuah kebakaran terjadi di Dini Artshop, berlokasi di Jalan Tanah Sampi Gang No. 2, Banjar Beluran, Kerobokan Kaja, Kecamatan Kuta Utara, Badung, pada Senin (28/4/2025) sekitar pukul 09.15 Wita.
Insiden ini mengakibatkan tiga unit sepeda motor ludes terbakar serta kerusakan parah pada bangunan artshop tersebut.
Baca Juga:
Kasus Terra Drone, Perdamaian dengan Keluarga Korban Ringankan Terdakwa Jaksa Tuntut 2 Tahun Penjara
Kasi Humas Polres Badung, Ipda Putu Sukarma, mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil identifikasi awal dari Unit Identifikasi Polres Badung, kebakaran diduga dipicu oleh kelalaian dalam penggunaan kompor gas.
"Dua jam kemudian, Rahman menerima telepon dari pemilik Dini Artshop, I Ketut Budiasa (37), yang mengabarkan telah terjadi kebakaran," kata Sukarma dikutip dari Denpost, Selasa (29/4/2025)
Dugaan ini diperkuat keterangan saksi mata yang juga merupakan karyawan artshop, Rahman Susanto (22).
Baca Juga:
Hati-hati! Charger 120W Murah Bisa Fast Charging, Tapi Suhunya Tembus 80 Derajat
Saat itu, Rahman menyalakan kompor gas di area artshop, lalu pergi ke toko lain di daerah Seminyak tanpa mematikan kompor.
Ketika Rahman kembali, api telah membesar dan melalap bagian dalam bangunan.
Sebelumnya, seorang saksi lain, Dewa Alit Putu Andika (23), sempat melihat percikan api dari arah artshop.
Bersama warga sekitar, ia berusaha memadamkan kobaran api menggunakan air keran rumah dan air dari saluran irigasi.
Namun karena api terus membesar, Dewa akhirnya menghubungi petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Badung.
Dari hasil pemeriksaan sementara, diketahui bahwa api cepat membesar akibat banyaknya material yang mudah terbakar di lokasi, seperti tiner, cat, besek bambu, lem, serta perlengkapan berbahan plastik.
"Api juga membakar plafon kantor, dua kamar tidur, serta tiga unit sepeda motor masing-masing bermerk Yamaha Aerox, Honda Scoopy, dan Suzuki Satria FU," beber Sukarma.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, kerugian material belum dapat dipastikan, lantaran pemilik artshop masih berada di Singaraja dan belum memberikan rincian kerusakan.
"Korban belum membuat laporan resmi ke Mapolsek Kuta Utara," pungkas Sukarma.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]