Yudiatmika menekankan bahwa pengembangan atlet pelapis adalah keharusan bagi KONI Denpasar, juga KONI Bali secara umum, mengingat posisi Bali dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) konsisten bertahan di peringkat tujuh besar nasional.
“Proses ini yang harus kita tingkatkan di Bali. Kalau proses ini tidak berjalan maka kita akan kekurangan pelapis,” ucapnya.
Baca Juga:
Temui Wali Kota Gunungsitoli, Ketum KONI Sumut Bahas Pembinaan Atlet hingga Agenda Porprovsu
Lebih lanjut, ia mendorong agar seluruh KONI kabupaten/kota di Bali melakukan pembinaan berjenjang sejak usia dini.
Menurutnya, saat ini masih ada pendekatan instan dalam perekrutan atlet, tanpa melalui tahapan pembinaan jangka panjang yang terstruktur.
Ia menilai baru dua daerah yang konsisten menjalankan pembinaan sejak dini, yakni KONI Denpasar dan KONI Buleleng.
Baca Juga:
Berkunjung di Pulau Nias, Ketum KONI SUMUT Gali Potensi Atlet untuk Berlaga di Ajang Porprovsu
[Redaktur: Ajat Sudrajat]