Hal ini mengingat, empat tim lainnya masih memiliki pemain yang cukup, untuk bisa menumbangkan satu orang saja.
Bertahan di balik dinding sembari melemparkan bom asap, Luxxy berupaya menghalangi pandangan lawan agar ia tidak tertembak.
Baca Juga:
Indonesia Borong Dua Emas dan Satu Perak di World Climbing Series Chamonix 2026
Kendati begitu, dirinya sengaja mati terkena zona, agar tidak memberikan poin kill kepada lawan. Alhasil roster Bigetron Red Aliens ini, memberikan peringkat akhir yang sangat baik untuk Indonesia.
Laga akhir ini menjadi permainan yang memacu adrenalin pemain dan penonton.
Karena selisih poin antara Indonesia dan Vietnam sendiri sangat dekat, terpaut tujuh poin saja.
Baca Juga:
Desak Made Rita Persembahkan Emas untuk Indonesia di World Climbing Series Krakow 2026
Hanya saja, keberuntungan pun berpihak kepada Sang Garuda, setelah sisa pemain Vietnam 1 harus terkapar oleh tim lain.
Sehingga bisa dipastikan poin mereka tidak akan bisa mengejar Indonesia.
Ditambah, Luxxy sangat baik kala mengamankan poin placement. Ini menjadi pembuktian dirinya, karena belum bisa memberikan hasil memuaskan di kategori Solo beberapa waktu lalu.