Kegiatan TJSL yang dipedomani ISO 26000 ini kembali menyentuh pengembangan usaha mikro dan kecil dan diharapkan berkontribusi pada tujuan pembangunan berkelanjutan alias sustainable development goals.
Apresiasi tinggi diutarakan Ketua Komunitas Tenun Tebusalah, Ni Nyoman Sugiartini.
Baca Juga:
Gang Hijau di Jalan Andong, Kota Bambu Selatan, Palmerah, Resmi Diresmikan
Ia mengapresiasi PLN atas bantuan dan pembinaan selama 2 tahun terakhir.
Dengan bantuan PLN, usaha Tenun Tebusalah memasuki babak baru. Banyak hal yang dapat dikembangkan dan diraih dengan hasil yang berdampak untuk kemajuan usaha tenun ini.
Senada, Perbekel Desa Ringdikit, I Made Sumadi mengungkapkan program PLN membawa dampak positif bagi desanya di mana banyak warga yang mendapat pekerjaan di daerah setempat sehingga tidak harus merantau ke Denpasar.
Baca Juga:
PT PLN Tingkatkan Kualitas dan Pasar UMKM di Provinsi Sulawesi Utara
General Manager PLN UIP JBTB, Muhammad Ramadhansyah mengutarakan bahwa PLN Peduli sangat memperhatikan daerah sekitar.
Tegasnya PLN sangat mendukung pengembangan usaha kecil serta pengembangan budaya.
“Kami sangat berharap usaha ini akan semakin maju dengan bantuan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) yang PLN berikan. Alat tenun beserta peralatan tenun sudah diberikan tahun lalu sebesar Rp 40 juta. Sedangkan tahun ini diberikan sebesar Rp 50 juta yang dipergunakan untuk legalitas perizinan, uji laboratorium, dan sebagainya,” ucapnya.