Produk yang ditampilkan meliputi kriya, busana lokal, kerajinan perak, perhiasan, batik lukis, hingga produk organik.
Menurut Tohom, proses kurasi penting karena akses pasar perlu diikuti peningkatan kualitas, desain, konsistensi produksi, kemasan, dan pelayanan.
Baca Juga:
Toba Targetkan Keramba Jadi Nol, MARTABAT Prabowo-Gibran: Perikanan Darat Bisa Jadi Jalan Keluar Berkelanjutan
Dengan pola tersebut, IKM tidak hanya memperoleh tempat berjualan tetapi juga terdorong meningkatkan standar usahanya.
“Kalau produk lokal ditempatkan di ruang yang berstandar internasional, pelaku usahanya akan terdorong membangun kualitas yang juga berstandar internasional,” katanya.
Tohom menilai pendekatan semacam ini dapat menjadi salah satu cara memperkuat kelas menengah produktif dan menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru dari daerah.
Baca Juga:
Danau Toba Dikaji Jadi KEK, MARTABAT Prabowo-Gibran: Momentum Ciptakan Pusat Pertumbuhan Baru Sumatera Utara
Ia juga melihat Bali mempunyai keunggulan karena produk kreatif lokal memiliki hubungan kuat dengan budaya, keterampilan masyarakat, dan citra pariwisata yang telah dikenal dunia.
Tohom yang juga Ketua Umum Aglomerasi Watch ini mengatakan bahwa pengembangan pusat ekonomi dan destinasi wisata seharusnya mempunyai hubungan ekonomi yang kuat dengan masyarakat di wilayah sekitarnya.
“Investasi akan mempunyai nilai yang jauh lebih besar apabila pertumbuhannya ikut menciptakan pasar, lapangan kerja, dan kesempatan usaha bagi masyarakat lokal,” ujar Tohom.